[Album Review] iKON Bangkit Dari Keterpurukan Melalui “Return”

0
211
views

Tahun 2017 lalu tidak menjadi waktu yang menyenangkan bagi boy group termuda dari YG Entertainment satu ini. Tak hanya digencar sederet skandal, single album rilisan mereka di tahun tersebut pun kurang bisa diterima oleh pendengar. iKON pun dianggap menjadi grup yang “gagal”, terlebih setelah agensi lebih banyak mengirim mereka untuk promosi serta tur di Jepang.

Namun sederet nasip buruk di tahun 2017 kemarin siap berubah. Setelah sebelumnya CEO YG Entertainment menjanjikan akan adanya album baru iKON di awal tahun ini, “Return” resmi dirilis pada tanggal 25 Januari kemarin. Full studio album kedua tersebut berisi total 12 track, dengan 4 lagu sebagai special track. Menariknya, iKON menyisipkan track dari zaman pre-debut mereka, Long Time No See serta Sinosijak sebagai bagian dari lagu spesial.

Tak bisa disangkal, album “Return” memiliki ikatan emosional sendiri bagi member iKON serta para pendengar, apalagi B.I dan Bobby, duo rapper dari boy group tersebut memiliki porsi besar dalam proses produksi. “Return” benar-benar mengingatkan fans pada masa debut sang boy group. Lirik yang emosional dengan musik hip hop berbalut R’nB yang manis menjadi garis merah dari masing-masing track di album tersebut.

Album ini dibuka dengan Love Scenario yang merupakan lagu unggulan. Untuk penggemar “baru”, lagu ini memang akan terasa begitu berbeda dari rilisan iKON sebelumnya. Sangat berbeda dari title track milik iKON yang juga sempat menjadi lagu hits seperti Dumb & Dumber, atau bahkan dengan rilisan terakhir mereka, Bling Bling.

Love Scenario mengandalkan iringan musik R’nB bertempo medium. Instrumen elektronik yang mengiringi vokal di beberapa bagian terdengar begitu catchy dan memang sangat-iKON. Bukan itu saja, tema untuk lirik lagu ini pun sangat iKON, seperti lirik dari hits masa debut mereka, Airplane atau My Type.

Beautiful menjadi b-track yang dipilih oleh iKON untuk dibawakan bersama Love Scenario di masa promosi album ini. Berbeda dengan Love Scenario yang lebih R’nB, Beautiful memiliki elemen musik pop yang lebih kental. Selain itu juga, musik elektronik dance pop yang disisipkan di bagian chorus menjadi highlight tersendiri. Jangan lupa, part milik B.I dan Bobby yang juga menjadi daya tarik.

Track berikutnya merupakan satu-satunya lagu solo di album ini. One and Only bukan hanya sekedar lagu solo dari leader, sekaligus rapper, song writer serta produser satu ini. B.I membuktikan dirinya layak mendapatkan album solonya sendiri melalui lagu ini. Track satu ini mendapatkan rating R karena banyaknya “f-word” yang disisipkan oleh B.I pada liriknya. Namun tentunya bukan itu saja yang menjadikan lagu ini spesial

B.I memang bukan rapper paling kuat di iKON. Namun tak bisa disangkal, sang leader memiliki talenta yang tak seharusnya dipandang sebelah mata. Track ini dimulai dengan Na Na Na yang begitu catchy, kemudian disusul dengan rap 16 bar yang dibawakan oleh sang rapper. B.I seakan memberikan seluruh energinya untuk lagu ini, menjadikan One and Only sama apiknya dengan lagu title trackLove Scenario.

Jujur saja, saya kesulitan untuk menemukan lagu yang “kurang bagus” di album ini, karena setiap track memberikan warna berbeda namun tetap memiliki sinergi yang berkesinambungan dengan satu sama lain. Selain itu, masing-masing lagu seakan membawa iKON kembali ke jati diri mereka semula. Jerk menjadi salah satu buktinya.

Track ini memiliki lirik yang begitu jujur, tentang seseorang yang mengakui betapa dirinya “buruk” namun tetap berterima kasih karena sang kekasih masih menerimanya apa adanya. Musiknya sendiri mengandalkan instrumen soft rock, yang sepertinya akan menjadin tren musik di Korea Selatan untuk tahun ini. Soft rock is the new black!

iKON memberikan aura lebih modern dari pada rilisan musik soft rock lain di awal tahun yang lebih terdengar retro.

Salah satu lagu “kontroversial” di album ini, justru menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Setidaknya, perhatian saya. Don’t Forget dibuka dengan intro yang berupa instrumen whistle dengan irama yang sedikit mengingatkan pada hits milik boy group WINNER di tahun 2017 lalu, Fool. Sebelum album ini dirilis, B.I menyebutkan ia menyadari kesamaan tersebut dan mengganti beberapa bagian. Namun pada akhirnya tetap saja, intro di lagu ini berada dalam batas tipis berbeda tapi tak sama dengan intro milik Fool.

Namun di balik kontroversi yang mengiringinya, Don’t Forget sukses menjadi lagu balada yang begitu powerful. Liriknya seakan berbicara mengenai rasa insecure para member iKON selama masa-masa down mereka, terlebih pada bagian lirik “Dont forget us, dont forget me, everything about me.” Dijamin, para iKONIC (sebutan untuk fans iKON -red) akan sesak menahan air mata.

Album ini membawa popularitas iKON kembali meroket, terutama setelah Love Scenario berhasil duduk di puncak chart Melon Real Time kurang dari 24 jam sejak dirilis. Mungkinkah album studio kedua ini menjadi awal dari “Return” iKON ke peringkat atas boy group di Korea Selatan dan membuktikan prediksi bahwa 2018 akan menjadi tahun milik iKON?

Tracklist “Return”:

1. 사랑을 했다 (Love Scenario)
2. Beautiful
3. 돗대 (One And Only) (B.I SOLO)
4. 나쁜놈 (Jerk)
5. Best Friend
6. Everything
7. 안아보자 (Hug Me)
8. 잊지마요 (Don’t Forget)
9. 시노시작 (Sinosijak)
10. 나를 사랑하지 않나요 (Love Me)
11. Just Go
12. Long Time No See

Facebook Comments