[Album Review] EXO Tawarkan Kehangatan Di Album Winter Special “Universe”

0
1177
views

Merilis album spesial winter sudah menjadi kebiasaan khusus bagi EXO. Boy group jagoan SM Entertainment tersebut nyaris setiap tahun merilis mini album atau pun single winter baru setiap bulan Desember, mulai dari mini album “Miracles in December”, single December, 2014 (The Winter Tale), hingga mini album “Sing For You” dan “For Life” yang dirilis pada 2016 lalu.

Sejak awal bulan Desember ini pun, EXO sudah menyebut mengenai rencana perilisan album winter special di akhir bulan Desember. Sayangnya, tragedi wafatnnya Kim Jonghyun membuat perilisan mini album “Universe” tertunda hingga 26 Desember kemarin.

Ketika akhirnya resmi dirilis, “Universe” dengan cepat mencuri banyak perhatian. Salah satunya berkat aliran musik berbeda yang diusung EXO. Soal perbedaan aliran musik, EXO memang salah satu grup yang seakan tak memiliki genre tetap. Sebaliknya, grup ini kerap kali berganti aliran musik dalam setiap rilisannya. Mulai dari EDM hingga reggae yang menjadi elemen utama di full studio album terakhir mereka, “The War”.

Untuk “Universe”, EXO mengusung genre soft rock yang mengingatkan pada beberapa band ternama di tahun 80-an. Aliran musik tersebut dipadukan dengan konsep ala coffee shop yang menggambarkan kehangatan di musim dingin. Konsep dan genre yang sama-sama unik.

Mini album winter special ini terdiri dari 8 track total, dengan 6 track berbeda. Track unggulan Universe disertakan dalam 3 versi berbeda: versi yang dirilis secara digital, Chinese version dalam bahasa Mandarin, serta versi CD. Selain itu juga terdapat 5 track berbeda sebagai pelengkap di album spesial satu ini.

Universe menjadi title track unggulan sekaligus lagu pembuka di mini album ini. Sebagai lagu intro, Universe cukup mampu menciptakan mood musim dingin dengan dentingan piano dan vokal dari D.O yang menjadi pembuka. Intro yang semula terdengar begitu minimalis tersebut pun berkembang ketika masuk ke verse pertama, dimana lengkingan suara Chen menyambut pendengar.

Lagu satu ini memang terdengar memiliki alur yang begitu apik hingga di puncak ketika permainan bass dan full band mulai dimainkan. Sentuhan musik rock ala tahun 80-an, yang mengingatkan pada beberapa band rock di tahun tersebut mulai terdengar di bagian paruh pertama. Harus diakui, kali ini produser musik EXO untuk lagu Universe menyuguhkan sebuah masterpiece yang bakal sulit ditandingi.

Track kedua merupakan versi Mandarin dari Universe dengan nada dan juga bahkan pembagian line yang sama. Perbedaan dari kedua track ini hanya terdapat pada bahasa saja. Arti lirik dari kedua track ini pun sama, mengenai bagaimana rasa patah hati membuat seseorang rela melakukan pencarian seluruh semesta untuk sang kekasih.

Been Through menjadi track berikutnya yang keluar dari winter vibe di album ini. Sebaliknya, track ini justru terdengar lebih kaya dengan unsur soft rock yang menjadi genre utama. Permainan bass menjadi highlight menarik dari track ketiga ini. Satu lagi, tambahan vokal dari Park Chanyeol yang biasanya menjadi rapper juga sebuah hal manis yang tak terduga.

Secara keseluruhan, track ini menjadi kelanjutan yang manis setelah Universe yang lebih “kalem”. Uniknya bagian akhir dari Universe akan terdengar menyatu dengan intro dari Been Through. Satu kesatuan yang menjadikan susunan track tersebut lebih terdengar apik.

Track berikutnya terdapat lagu yang lebih up beat, Stay. Dibandingkan dengan 2 track sebelumnya, Stay memiliki permainan drum yang lebih dominan. Tak bisa dipungkiri, EXO benar-benar konsisten dengan genre soft rock yang mereka usung untuk mini album ini. Bukan hanya dari title track, masing-masing lagu di album ini pun konsisten dengan genre yang sama. Stay merupakan salah satunya.

Fall menjadi satu lagi lagu unik di album ini. Bagian yang layak menjadi perhatian tentu saja pada bagian chorus ketika member EXO menyanyikan lirik fall.. fall dengan iringan musik yang terasa jatuh. Sebuah efek yang bukan hanya terdengar efek, namun begitu membekas di ingatan. Rap yang dibawakan oleh Chanyeol dan Sehun bergantian pun menjadi sebuah highlight tersendiri, terlebih ketika sang maknae mendapatkan porsi yang cukup banyak dibandingkan track lain.

EXO sepertinya masih belum lupa bahwa mini album “Universe” ini merupakan special winterGood Night menjadi salah satu lagu yang kembali dengan konsep “winter” yang mereka janjikan. Tak lain karena lagu yang kembali lebih slow tempo dibandingkan sederet track di atas yang condong ke unsur soft rock. Satu hal yang menjadi daya tarik utama dari lagu ini, selain musik yang terdengar cukup minimalis di latar belakang adalah permainan vokal dari para member EXO.

Bukan hanya dari para vokalis utama, tapi juga dari Suho hingga Xiumin yang seakan mendapatkan exposure besar untuk track ini. Well done!

Lights Out menjadi penutup di mini album ini, dan jujur saja menjadi track paling favorite untuk saya. Lagu ini tak hanya memberikan efek perasaan hangat yang menyenangkan di hari bersalju (atau hujan), tapi juga memanjakan pendengar dengan lengkingan suara dari Baekhyun, Chen, Suho hingga D.O. Sebuah harmonisasi yang begitu apik dari EXO.

Tak salah memang bila lagu ini pun menjadi salah satu b-side track yang paling diunggulkan dan mendapatkan banyak perhatian dari pendengar untuk album “Universe” dari EXO kali ini.

Secara keseluruhun, “Universe” merupakan mini album yang bisa dinikmati oleh nyaris semua elemen pendengar. Tak hanya untuk fans EXO yang nyaris pasti akan menikmati album dengan suguhan talenta di atas rata-rata dari para member EXO. Pendengar K-pop atau bahkan penggemar musik soft rock dijamin juga akan menikmati suguhan manis 6 track di album “Universe” kali ini.

Tracklist “Universe”:

01 Universe
02 為心導航 (Universe)
03 지나갈 테니 (Been Through)
04 Stay
05 Fall
06 Good Night
07 Lights Out
08 Universe (CD Version)

 

 

Facebook Comments